SELIMUT KABUT MARRA

di selimuti kabut marra kala itu.
terpasung jiwa yang rapuh di ujung pengharapan.
setelah gerimis menyegarkan berganti kegersangan.
sang embun membasahi pagi pengganti kerinduan.

diawal sebelum hati berlabuh dengan sempurnah.
kumustahilkan aku menggapai bintang di langit.
aku tau tentang salahku mencintaimu.
kau terlalu sempurnah untuk sebuah kenyataan.

menghayalkanmu cukup untukku menemukan kebahagiaan paripurna.
menemukan senyummu cukup untukku mensyukuri sebuah kenikmatan.
penghianatan dan ketegaanmu yang leluasa menancapkan luka.
aku tau itu adakah kebodohanku yang tak tau diri.

harusnya aku tau bahwa setelah pelangi membentang di langit.
terkadang petir menyambar setelah awan semakin pekat.
keindahan yang singkat setelah sinar merubah segalanya.
aku terbakar di hantam petir sebuah harapan mustahil.

esok setelah malam memamerkan jingganya Sunrise.
segala tentangmu akan kuhapus dari kenangan.
aku tak memungkiri kau pernah kumiliki sejenak.
tapi segala kesempurnaanmu terlalu mustahil atas segala kekuranganku.

aku hanya insan biasa, bukan seorang raja ataupun pangeran.
maka tuan putri sepertimu tak mungkin di restui oleh semesta denganku.

     Karya : Jusmadi S.Pd
     Barugae, 7 Januari 2018