LELAH

Tak henti menghitung hari
Menanti waktu terus berganti 
Menapak titian harap yang tertutup sepi
Merajut sunyi dalam balutan mimpi

Hati bicara dalam bahasa yang terpendam
Tak mampu ungkapkan rasa yang terdalam
Terhimpit pada keteguhan yang semakin tenggelam
Gurat asa yang semakin kandas dan karam

Tak mampu lagi merengkuh hati yang keras bagai pualam
Tak sanggup lagi  mengetuk pintu hati yang  seakan  terbuat dari batu alam
Tak mampu tangan ini menjamah mengajak pergi dari kubangan lumpur yang semakin dalam
Lelah dan pasrah bergayut di ujung malam

     Karya: E. Darmastuti
     Kalimantan 16, Mei 2020