KULARUNG DI DERASNYA SUNGAI AFARENG
Detak-detak jantungku.
begitu cepat memompah darahku.
mengalir bersama cinta keseluruh tubuh.
saat kau berdiri dekat di sisi.
Mata itu kembali memporak-porandakan hati.
melemahkan niatku yang telah kutekadkan melupa.
wajahmu cukup ampuh meluluhkan kerasnya hatiku.
dengan cinta yang terlanjur tersemai.
Tapi semua rasa indah ini hanya kupendam di kalbu.
terlalu mustahil rasanya malam merindukan mentari.
Kau sangat teristimewa bahkan sekedar untuk kuhayalkan.
hingga memilikimu telah ku urungkan segala niatku.
cukup kebahagiaanku ketika melihatmu dalam bahagia.
walau hatimu telah kau percayakan kepada yang lain.
kunikmati cinta di setiap doaku untukmu.
kau dan dia jadi sesak nafasku, jantungku mungkin esok malas tuk berdetak.
harapan dan impian-impianku.
telah kularung di derasnya sungai afareng.
dan lihatlah dia hilang terhanyut.
membawa luka yang teramat sakit.
Tags:
Puisi Cinta

Posting Komentar
0 Komentar