SEPERCIK CINTA DI MANIPI
diantara hembusan angin dingin
meresap ke sum-sum tulang
di sepertiga malam akhir tahun
terlalu manis sebuah senyuman
terlalu indah sebuah tatapan
hingga beku hati karena dinginnya malam
melelehkannya di trauma perih karena cinta.
ketika indah mekarnya sebuah mawar
harus layu di sore hari karena teriknya mentari disiang itu.
keindahan yang terlalu singkat dinikmati
seperti cinta yang harus usai bersamaan dengan kau cabutnya pasak tendamu.
di perjalanan kembali dan kenangan yang ditinggalkan.
kubuka lembaran baru di awal tahun
dan menyadari keindahan itu tak lebih seperti kembang api pesta tahun baru kemarin.
indah dipandang tapi mustahil berharap untuk terus menerangi.
biarlah hari-hari itu tercatat di tinta kenangan.
kuserahkan waktu menghapus segala indahnya kenangan.
semoga mekar indah yang kemarin
terganti dengan mawar di tempat yang lain.
Karya : Jusmadi
Manipi, 1 Januari 2019
Tags:
Puisi Cinta

Posting Komentar
0 Komentar