TERKAPAR DI NUSANTARA
Lihat disana, lihat manusia tidak tau diri itu.
Sombong dengan pangkat- pangkatnya.
Tanpa hati memerintah, menyakiti relung hati.
Bertutur dengan ketegasan, memaksa kehendak melawan takdir-Mu
Lihat manusia berinsting dewa itu.
Orang- orang biadap yang menindas bawahannya.
Yang memaksa kesempurnaan,
Disaat dia sendiri tak sempurna.
Lihat orang- orang sok jagoan itu.
Merasa diri paling dibutuhkan dinegeri ini.
Merasa paling hebat dengan ilmu pengetahuannya.
Yang tak sadar apa dia masalah atau solusi dinegeri ini.
Lihat orang- orang yang berada dikursi- kursi mewah itu.
Sombong dengan singgasananya.
Tanpa sadar dengan amanah-Mu
Ohh... Tuhan, ohh... Allah
Aku terkapar di nusantara.
Terhimpit antara kebebasan dan penindasan.
Mengaung ingin lepas di antara jeratan.
Kugenggam merah putih di dada.
Kusumpah diriku untuk setia.
Kelak aku mengganti mereka.
Sang bangsat jagoan bangsa.
Bersabar bangsaku, bersabar negeriku.
Tahan perihmu dalam kesabaran.
Nikmati sakit dalam penindasan ini.
Sampai waktu kutampar jahannam itu.
Karya : Jusmadi
Sinjai, 3 Februari 2019
Tags:
Puisi Perlawanan

Posting Komentar
0 Komentar